Selamat datang di blog Resmi OutletBiru.com

semoga blog ini membantu anda belanja dengan mudah dengan harga murah dan tentunya berkualitas ,. Ditunggu Orderannya ^-^

Selasa, 25 Maret 2014

Arti Pernikahan

 Outlet Biru

Makna Sebuah cincin di Pernikahan
Outletbiru.com - Cincin pernikahan adalah benda cantik yang menjadi simbol sebuah pernikahan. Apakah Anda tahu mengapa cincin dipakai sebagai simbol pernikahan? Jika Anda tahu makna dan artinya, Anda akan lebih menghargai makna sebuah pernikahan.

Latar Belakang Pernikahan


Abad ke-1 hingga Abad ke-9
Pemberian cincin semula berasal dari upacara Pertunangan Romawi sejak abad pertama Masehi. Upacara pertunangan tersebut berisi pernyataan tentang janji untuk menikah pada masa depan. Pada masa itu, keterlibatan tradisi setempat masih kuat di dalam kekristenan yang tengah berkembang sehingga banyak unsur-unsur tradisi setempat yang masuk ke dalam ritus pernikahan Kristen. Salah satu unsur tradisi Romawi yang masuk ke dalam ritus pernikahan Kristen adalah prosesi pertukaran cincin pernikahan. Di dalam suatu garis besar tata pernikahan yang dibuat gereja pada abad ke-9, prosesi pemasangan cincin dalam pernikahan telah tercantum di dalamnya.
Abad ke-10 hingga Abad ke-11
Di dalam abad ke-10 dan ke-11 terdapat penambahan di dalam prosesi pemasangan cincin, yaitu pemasangan cincin disertai dengan pemberian berkat pada cincin. Mempelai pria memasangkan cincin kepada mempelai wanita seraya berkata,"Dia (menyebutkan nama mempelai perempuan) yang mengenakan cincin ini boleh berada di dalam damai, kehidupan, bertumbuh di dalam kasih, dan dikaruniakan umur panjang." Dengan demikian seolah-olah cincin memiliki makna dalam pernikahan sebagaimana konsekrasi roti dan anggur dalam gereja-gereja ortodoks timur mempertahankan prosesi pertukaran cincin, seperti pertukaran janji dan cincin di ruang depan. Dengan demikian, jikalau pada abad ke-10 dan ke-11 cincin menjadi simbol berkat, maka pada gereja-gereja Ortodoks Timur, cincin menjadi simbol ikatan kedua mempelai melalui janji pernikahan.
Abad ke-16 hingga Kini
Pada masa reformasi gereja, muncul rumusan lain yang berasal dari marthin luther, yaitu "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia". Ibadah pernikahan di gereja-gereja protestan Indonesia hingga kini sebagian besar memakai rumusan ini atau yang serupa dengan ini. Walaupun cincin banyak digunakan dalam liturgi pernikahan, namun bukan berarti semua gereja menyetujui penggunaan cincin dalam liturgi pernikahan. Kaum puritan pada abad ke-17 menolak penggunaan cincin pernikahan. Mereka keberatan terhadap prosesi pertukaran cincin, dan juga unsur-unsur lain di dalam ibadah, sehingga menghilangkan prosesi tersebut dari ibadah pernikahan. Akan tetapi, sebagian besar unsur-unsur tersebut dipulihkan kembali pada tahun-tahun berikutnya. Keberatan tersebut wajar mengingat tujuan mereka adalah "memurnikan"gereja inggris pada saat itu dengan cara menyingkirkan segala hal yang berbau Romawi.  Pada abad ke-18, John Weshley juga menghapus ritus penyerahan mempelai dan pemberian cincin.Akan tetapi, para penerus John Wesley memulihkan kedua ritus tersebut. 

Kebersamaan Abadi Yang Tidak Akan Hancur

Sejak zaman dahulu, cincin adalah perhiasan yang spesial. Cincin adalah perhiasan yang menjadi simbol sebuah lingkaran yang tidak akan pecah atau hancur. Dalam banyak budaya yang percaya pada keabadian, cincin adalah simbol keabadian itu sendiri. Sedangkan bagi sepasang cincin pernikahan, arti itu akan menjadi kebersamaan yang abadi dan komitmen yang tidak akan hancur.

Kejayaan dan Kekuatan

Beberapa abad lalu, cincin adalah perhiasan mewah yang terbuat dari bahan yang sangat mahal. Hanya orang-orang tertentu dan berkedudukan tinggi yang bisa memakainya. Saat cincin sudah menjadi simbol sebuah pernikahan, makna tersebut menjadi pencapaian kejayaan dan kekuatan yang dilakukan oleh dua orang yang saling menopang dan mengarungi kehidupan pernikahan.

Kesatuan Yang Saling Melengkapi

Cincin selalu memiliki bentuk bulat, tanpa awal, tanpa akhir. Cincin menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari yang terus berputar seperti roda. Ada kelahiran, kematian, kesedihan, kebahagiaan. Dalam cincin kawin, hal ini diartikan sebagai kesatuan hidup yang saling melengkapi. Saling menerima kekurangan, saling melengkapi kesempurnaan. 

Bukti Cinta Tanpa Akhir dan Sebuah Komitmen

Cincin pernikahan telah lama menjadi simbol kesatuan. Mereka yang memakai cincin kawin menunjukkan status mereka sebagai orang yang telah menikah. Banyak orang yang percaya bahwa cincin kawin memiliki daya tarik untuk membawa kemenangan dan keberuntungan. Di luar keyakinan itu, memakai cincin kawin adalah bukti cinta tanpa akhir dan sebuah komitmen.

Dengan berbagai arti dan makna cincin kawin, Anda yang sedang mempersiapkan pernikahan harus memilih cincin secara tepat. Artikel 
Tips Memilih cincin kawin bisa membantu Anda memilih cincin kawin yang paling tepat.

Senin, 24 Maret 2014

Cara Merawat cincin perak

 jual cincin kawin murah

Cincin pernikahan adalah salah satu simbol di dalam pernikahan menurut tradisi Orang  Barat. Pertukaran cincin pernikahan di dalam prosesi pernikahan dilakukan pada saat pengucapan komitmen kedua mempelai untuk menjalani kehidupan bersama. Meskipun demikian, cincin pernikahan bukanlah simbol utama sebab yang terpenting adalah pengucapan komitmen antara kedua mempelai tersebut.

            *      Fungsi Simbolik Cincin Pernikahan

Simbol berfungsi menghadirkan masa lalu pada masa kini.Dengan demikian, melalui cincin pernikahan pasangan suami-istri dapat mengingat cinta yang terjalin dan makna pernikahan yang telah mereka jalani.Cincin pernikahan tidak menjamin cinta dan kesetiaan suami-istri, namun cincin pernikahan menjadi simbol yang senantiasa mengingatkan dan membahasakan kerinduan mereka untuk selalu memperdalam cinta kepada pasangannya.Secara populer ada makna-makna lain yang diberikan kepada cincin pernikahan, misalnya sebagai penanda akan status pemakainya selaku suami-istri, atau perlambang ikatan pernikahan yang tiada akhirnya seperti bentuk cincin yang bulat dan tak berujung.

            *      Cara merawatcincin perak

Karena perak adalah logam yang lembut, sebaiknya cincin pernikahan perak disimpan di tempat terpisah dari perhiasan lainnya untuk menghindari goresan. Disamping itu, anda juga sebaiknya tidak menggunakan  cincin perak jika sedang melakukan kegiatan yang cukup berat atau membersihkan sesuatu dengan bahan kimia yang bersifat tajam seperti ammonia dan pemutih, kedua larutan kimia ini akan merusak warna cincin perak. Selanjutnya cincin perak juga mudah rusak akibat air laut, jadi selalu ingat untuk melepas cincin nikah anda terlebih dahulu sebelum berenang dilaut, mengumpulkan kerang atau rekreasi di pinggir pantai.

Masalah utama yang sering dialami oleh mpengguna cincin perak adalah cara menghilangkan noda. Perak bereaksi secara alami dengan belerang dan hydrogen sulfida di udara, dan noda tidak dapat dihindari. Menggunakan cincin perak secara terus menerus adalah car terbaik untuk mencegah timbulnya noda karena gesekan lembut dari jari anda akan membuat cincin perak tetap berkilau, namun tetap tidak mencegah noda pada desain yang halus atau sepanjang permukaan cincin yang besar. Untuk menghilangkan noda, gunakan semir perak dan kain yang lembut dan tidak berserat,  bisa juga di rendam di air sabun sun light kemudian dicuci dengan air keran mengalir dan setelah itu di masukkan di tisu yang lembut yang biasa digunakan untuk wajah biarkan sampai mengering.